Peluang Usaha Rumahan Dengan Usaha Dimsum

Peluang Usaha Rumahan Dengan Usaha DimsumSiap Bisnis peluang usaha 2018 Walau semenjak lama telah akrab di lidah kita, dimsum tak pernah membosankan. Rasanya yang gurih plus ukurannya yang mungil membuat dimsum cocok menjadi kudapan bila tidak mau terlalu kenyang. Rasanya pas buat camilan saat bertemu kawan.

Telah membuka gerai Istana Dimsum sejak 2010, Harmoko pun merasakan bisnis dimsun tak pernah surut. Dia membuka gerai pertamanya di Pamulang, Tangerang Selatan. Kini, gerainya telah bertambah menjadi delapan  cabang.

Setahun berbisnis dimsum, Moko, panggilan akrabnya, menawarkan kemitraan Istana Dimsum pada 2011. Namun, meskipun sudah enam  tahun berlalu, dia baru membuka 3  gerai rekan di seputar Jabodetabek.

Pasalnya, peluang menjadi reseller ditawarkan oleh moko juga. “Kebanyakan rekan kami dikenal sebagai reseller, jumlahnya sudah ratusan dan jangkauannya hingga telah sampai di Semarang dan Lampung,” tandasnya.

Ia mengaku, kelebihan produknya terletak dari materi formal, yaitu 100% daging ayam giling, Walau bebas pengawet, dimsumnya bisa tahan hingga 26 hari, bila disimpan dalam freezer dan enam belas jam dalam suhu ruangan.

Saat ini, ia lebih fokus dalam urusan produksi. Saban hari, ia menghasilkan 6.000 sampai tujuh ribu biji. Dapur pusatnya berada di wilayah Condet, Jakarta Timur.

Ada lima belas macam dimsum yang ia tawarkan. Tetapi, cuma sembilan  yang diproduksi rutin, seperti dimsum ayam wortel, kepiting, cumi, lumpia, dan lainnya. Harganya Rp dua belas ribu per porsi (isi empat  biji).

Istana Dimsum, menawarkan kemitraan senilai Rp lima belas juta. Fasilitas yang didapatkan mitra dikenal sebagai booth, 50 porsi dimsum, perlengkapan memasak, pelatihan dan branding dan peralatan lainnya. Rekan wajib mengambil dimsum dari pusat.

Berdasarkan perhitungannya, dalam waktu tiga  bulan mitra telah bisa pulang modal. Asalkan, tiap harinya bisa menjual sekitar 60 porsi. Keuntungan bersih yang bisa rekan kantongi berkisar 30%-40% dari omzet.

Untuk tahun ini, Moko masih tak mau memasang target penambahan rekan. Dia masih fokus melayani permintaan rekan dan juga para reseller.

Untuk menaikkan brand image produknya, media digital digunakan oleh dia banyak seperti Facebook dan juga Instagram. – Siap Bisnis

Peluang Usaha Menjanjikan Dengan Usaha Pernak Pernik K Pop

Peluang Usaha Menjanjikan Dengan Usaha Pernak Pernik K PopSiap Bisnis – Demam K-Pop sepertinya tidak berhenti menjangkiti sebagian generasi milienial negeri ini. Makin banyaknya idola baru yang bermunculan dari Negeri Gingseng membuat suasana makin riuh. pengidola-pengidola ramai-ramai meniru gaya artis yang disukai, mulai dari busana sampai dengan aksesoris yang dipakai.

Asal Korea Selatan itu makin ramai, belakangan konser penyanyi Yang paling baru dikenal sebagai SNSD yang menyapa penggemarnya di Indonesia beberapa pekan kemudian.

Pada bulan September pun, ada serentetan penyanyi yang mampir seperti EXO, Monsta X, NCT 127, Seventeen dan G Friend. Mondar-mandirnya para penyanyi ke Indonesia rupanya membawa berkah bagi pembesut usaha cindera mata atau pernak-pernik K-Pop.

Rezeki Eliani, pemilik Necshopkpop mengatakan permintaan suvenir paling besar terjadi saat konser akan digelar. Biasanya, 1  bulan sebelumnya para penggemar telah mulai berburu pernak-pernik, seperti jaket dan t-shirt. “Mereka selalu minta model yang paling baru.

Sekarang pun, dalam sehari, ia bisa mendapatkan pesanan ratusan unit. Sayang, total penjualannya disampaikan oleh ia tidak mau. Konsumennya pun telah tersebar di sejumlah kota, seperti di Jakarta, Kalimantan, Makassar, Surabaya, Padang, Medan dan kota lainya.

Selain itu, baju-baju ala Korea yang kerap digunakan oleh sang artis disediakan perempuan yang lebih akrab disapa El ini juga. Untuk harganya dibanderol mulai dari Rp 75.000 sampai Rp245.000per helai.

Untuk memenuhi semua permintaan itu, El dibantu oleh 9  orang pegawai. Asal tahu saja, ia memilih untuk memproduksi sendiri semua produk yang dijualnya.

Untung berlipat dari keriuhan K-Pop juga dirasakan oleh Felicia Mulyadi, pemilik Korean Holic. Ia memulai bisnis ini sebab kecintaannya bakal K-Pop. Pada 2010 kemudian, dia mulai merintis gerainya.

Saat menjelang konser, permintaan bando dan live stick tentunya bakal naik. Bagi penggemar K-Pop, benda berwarna-warni ini memang menjadi barang harus dalam konser.

Namun, dalam keseharian, sebagian besar pelanggan yang memesan aksesoris layaknya yang digunakan artis-artis atau simbol identitas sang artis, seperti kalung, gelang, dan lainnya.

Felicia menjual barang-barang ini mulai Rp 15.000 -Rp enam ratus  ribu per unit. Berbeda dengan sebelumnya, dia memilih mendatangkan langsung produknya dari Korea dan China.

Berdasarkan data pribadinya, kebanyakan konsumen yang dilayaninya adalah perempuan-perempuan dengan rentang usia dua belas tahun atau usia anak SMP sampai anak-anak kuliah. “Justru, kadang ada ibu-ibu yang membelikan barang untuk anaknya. -Siap Bisnis