Perusahaan yang menggunakan Aplikasi ERP

Dibawah ini akan kami berikan contoh dari beberapa Perusahaan yang menggunakan Aplikasi ERP, beserta juga penggunaan dan permasalahan yang di hadapi dengan Aplikasi ERP. Temukan 5 perusahaan besar yang menggunakan ERP

1. TELKOMSEL

PT telkomsel yaitu satu diantara perusahaan yang telah mengaplikasikan ERP kedalam peranan bisnisnya. Enterprice Resource Rencana (ERP) yaitu satu alat bantu berbentuk piranti lunak yang terbagi dalam modul-modul yang disebut peranan standard dari sistem usaha, diantarnya produksi, penjualan, sumber daya manusia, finansial dan sebagainya yang terintegrasi dengan satu arsitektur teknogi info. Diterapkannya alat bantu ERP ini karena tuntutan satu perusahaan untuk ikuti standard internasional, legacy information sistem, bagaimana peranan penjualan, analisa pada cost, serta bagaimana penulisan best practice, best process serta best functionality kedalam satu piranti lunak. System yang diambil : Pilihan jatuh pada pemakaian SAP R/3 Enterprise.

2. PT. KONFEKSI

Meliputi produksi jaket, baju, celana dan lain-lain, dalam PT ini diaplikasikan juga system ERP yang berperan jadi alat untuk memudahkan dalam bagian komunikasi, umpamanya dalam soal pemesanan, pengantaran, transfer data dll. Produksi yang dikerjakan oleh PT konfeksi ini begitu tersusun dengan rapi, hingga beberapa customer bisa gampang dalam lakukan pemesanan atau pentransferan barang. Oleh karenanya ERP begitu berguna dalam PT ini, karena terkecuali untuk memudahkan pekerjaan, bisa berperan sebagai media penghubung dengan beberapa customer.

3. PT. SEMEN GRESIK

Semen Gresik yaitu perusahaan bergerak di industri semen, yang dibangun mulai sejak tahun 1957. Bicara masalah semen, orang mungkin saja segera mengasosiasikannya dengan truk pengangkut, adukan, serta tukang-tukang bangunan. Tetapi, untuk manajemen PT Semen Gresik, masalah semen juga identik dengan system info yang kompleks serta rantai pasok yang harus terintegrasi. Dengan kata beda, bisnisnya butuh dikerjakan dengan pertolongan tehnologi info (TI) yang ideal. Semua juga akan jadi lebih sederhana dengan diterapkannya system TI yang terintegrasi serta canggih.
Pada bln. Juni tahun 2001, ERP mulai diterapkan untuk mensupport usaha sistem yang berada di Semen Gresik dengan aplikasi pertama kalinya dikerjakan dibagian finansial. Dengan berjalannya saat, implementasi dikerjakan dibagian penjualan serta lalu dibagian manufakturing. Sesudah lewat sistem cukup panjang — menelan saat nyaris 1, 5 tahun — Semen Gresik pada akhirnya mengambil keputusan menggunakan jalan keluar ERP JD Edwards. Argumennya, jalan keluar ini adalah jalan keluar Best Practice, dan cukup fleksibel serta gampang diimplementasikan.

4. GARUDA INDONESIA

Garuda Indonesia yaitu maskapai penerbangan Indonesia yang memiliki konsep jadi full service airline (maskapai dengan service penuh). Sekarang ini Garuda Indonesia menjalankan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik serta 18 rute internasional termasuk juga Asia (Regional Asia Tenggara, Timur Tengah, China, Jepang serta Korea Selatan), Australia dan Eropa (Belanda). Untuk selengkapnya tentang ERP Sistem Indonesia dapat kalian lihat : 8thinktank.co.id

Pada tahun 2000 dibagian keuangan alami masalah dalam pertukaran serta keakuratan data. Karena keringanan yang didapat lewat ERP, seperti efisiensi data, keakuratan data, efisiensi saat, kemudahaan memantau transaksi yang berjalan serta mempermudah karyawan dalam bekerja. (sesuai sama pada gambar 4. 0). Diluar itu, karena perubahan usaha begitu cepat mengharuskan PT Garuda Indonesia memaksimalkan kemampuan setiap divisi. Dorongan dari pesaing dari PT Garuda Indonesia yakni PT Luthansa Airlines yang sudah berhasil memakai SAP serta dapat dibuktikan berhasil juga mengakibatkan PT Garuda Indonesia memakai SAP.

5. PT. BELFOODS, BOGOR

PT Belfoods, Bogor, Jawa Barat. Belfoods adalah satu diantara anak perusahaan dari Group Cipta Kreasi Widya Usaha (CKWU) serta mereka mengaplikasikan ERP pada Belfoods dengan maksud untuk membuat system info yang terintegrasi dengan semuanya anak perusahaannya. Belfoods, sebelumnya mengaplikasikan ERP, memerlukan saat yang lama untuk menyiapkan satu laporan yang diperlukan oleh eksekutif perusahaan. Selanjutnya data ini jadi info terlambat hingga eksekutif terlambat dalam lakukan pengambilan ketentuan.
Sesudah pilih sebagian vendor serta pikirkan keuntungan kerugian dari semasing vendor, Belfoods pada akhirnya pilih IBM yang bekerja bersama dengan SAP untuk aplikasi ERP pada perusahaannya.

Problem yang dihadapi oleh Belfoods dalam sistem implementasi ini diantaranya yakni masalah tempat pabrik yang seringkali memperoleh pemadaman bergilir, hingga perusahaan mesti sediakan banyak UPS untuk melindungi stabilitas system.  Problem lainnya yakni, perubahan yang dihadapi karyawan juga jadi satu diantara problem yang perlu dihadapi. Dalam awal implementasi, Belfoods masih tetap menggerakkan dua system, yakni system lama serta ERP. Namun makin lama, system lama ditinggalkan serta murni menggerakkan ERP saja. Satu diantara benefit yang dirasa oleh perusahaan yaitu sistem pembelian yang makin teratasi.