Jepang Kabarnya Investasi 87% Ke Industri Manufaktur di Indonesia BKPM

Jepang Kabarnya Investasi 87% Ke Industri Manufaktur di Indonesia BKPM

Perkembangan dan pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia BKPM kini memang semakin maju. Hal ini terpicu dari permintaan lahan pengolahan industri yang memerlukan jumlah yang sangat besar. Menurut BKPM, pengembangan pengolahan kawasan di sektor industri manufaktur bertujuan untuk memberikan pengontrolan terbaik dalam penggunaan lahan, mempercepat tumbuhnya industri, memberikan kepastian yang nyata didalam perencaaan maupun dalam pembangunan infrastuktur, meningkatkan daya persaingan investasi dan industri dan meningkatkan pembangunan beragam industri yang berwawasan lingkungan. Untuk mendukung sahnya tujuan pengembangan pengolahan kawasa industri tersebut, harus diterbitkan UU No.3 Tahun 2014 yang berisikan perindustrian kaan memberikan dorongan terhadap produsen untuk membangun sebuah pabrik pada kawasan industri yang telah disediakan oleh pemerintah.

Sekarang ini, kawasan sektor industri manufaktur di Indonesia BKPM fokus terhadap planning logistik yang sudah terintegrasi dan selalu berorientasi terhadap jasa yang terdukung di dalamnya. Bahkan pemerintah daerah menurut BKPM juga berperan besar terhadap pengelolaan kawasan sektor industri dan memperluas peluang untuk mengembangkan fasilitas perkotaan yang memadai seperi akomodasi restoran, perumahan, sekolah, taman rekreasi, rumah sakit dan lain sebagainya. Selain itu, AEC (Asean Ekonomic Community) juga meningkatkan permintaan tentang pengelolaan kawasan industri berbasis komoditas dan berkompetensi ekonomi. Bahkan pada Mei, 2016 lalu HKII (Himpunan Kawasan Industri Indonesia) terdiri 70 kawasan sektor industri menempati area sekitar 45.807 ha pada 13 provinsi yang ada di Indonesia.

Terdapat juga 8.517 fasilitas sektor industri manufaktur di Indonesia BKPM dari perusahaan Jepang, Singapura, Korea, Australia, United Kingdom, Taiwan, Malaysia dan Jerman. Fasilitas tersebut demi terdukungnya beragam industri manufaktur seperti otomotif, makanan, elektronik, farmasi, pengolahan kayu, baja, alas kaki, kimia dan minuman. Nah, dengan lengkapnya fasilitas industri yang ada di Indonesia tersebut maka diharapkan sektor kawasan industri memberikan dorongan untuk memajukan perekonomian Indonesia semakin maju. Sehingga perekonomian Indonesia menjadi stabil dan tidak fluktuasi. Bahkan menurutĀ badan koordinasi penanaman modal, Jepang tertarik memberikan investasi sebesar 87% ke sektor industri manufaktur Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Industri manufaktur Indonesia memang semakin maju dari tahun-tahun sebelumnya.